Senin, 27 Januari 2014

Analisis Gaya Gesekan dan Gaya Berat

Analisis Gaya Gesekan dan Gaya Berat 



1. Gaya Gesekan
Gaya gesekan selalu memiliki arah yang berlawanan dengan arah gerak benda.
Kekasaran atau kehalusan permukaan suatu benda dapat mempengaruhi terhadap gaya gesek yang ditimbulkan.

Hukum Newton

Hukum Newton 

Hukum I Newton
Sebuah benda terus dalam keadaan diam atau terus bergerak dengan kelajuan tetap, kecuali jika ada gaya luar yang memaksa benda tersebut mengubah keadaannya. 
Secara matematis, Hukum I Newton dinyatakan sebagai berikut. 
ΣF = 0

Hukum II Newton
Percepatan yang dihasilkan oleh resultan gaya yang bekerja pada suatu benda berbanding lurus dengan resultan gaya dan berbanding terbalik massa benda.

Secara matematis, Hukum II Newton dinyatakan sebagai berikut.


Keterangan:
F = resultan gaya (Newton)
m = massa benda (kg)
a = percepatan benda (Newton/kg)

Gaya

Gaya 

Gaya didefinisikan sebagai suatu tarikan atau suatu dorongan. Pengaruh gaya pada benda antara lain sebagai berikut.

a. Menyebabkan perubahan kecepatan gerak benda.
b. Menyebabkan benda diam menjadi bergerak dan sebaliknya.
c. Mengubah arah gerak benda.
d. Mengubah bentuk suatu benda.
Gaya terdiri atas gaya sentuh dan gaya tak sentuh. Gaya sentuh adalah gaya yang bekerja pada suatu benda dengan melalui sentuhan pada permukaan benda tersebut. Contoh gaya sentuh antara lain seorang anak yang mendorong meja, seorang ibu yang mengangkat barang belanjaannya, seorang anak yang mengayuh sepeda, dan pemain basket yang melempar bola basket. Gaya tak sentuh dapat didefinisikan sebagai gaya yang bekerja pada benda tanpa menyentuh benda tersebut. Contoh gaya tak sentuh adalah gaya gravitasi, gaya tarik menarik medan magnet.
Gaya dapat diukur dengan menggunakan neraca pegas atau dinamometer. Satuan gaya dalam SI adalah newton (disingkat N). Satuan ini dipakai untuk menghormati tokoh Fisika Sir Isaac Newton. Satuan lain yang juga sering dipakai adalah dyne, di mana 1 Newton setara dengan 100.000 dyne.

Gerak Lurus Berubah Beraturan

Gerak Lurus Berubah Beraturan 

Gerak lurus berubah beraturan (GLBB) adalah suatu kondisi benda bergerak dalam lintasan lurus yang mengalami percepatan maupun perlambatan secara teratur.

Percepatan/Perlambatan
Percepatan didefinisikan sebagai perubahan kecepatan tiap waktu. Perubahan kecepatan adalah selisih antara kecepatan akhir dan kecepatan awal.

Gerak lurus suatu benda yang perubahan kecepatannya selalu bertambah disebut gerak lurus dipercepat. Sedangkan gerak suatu benda yang perubahan kecepatannya selalu berkurang disebut gerak lurus diperlambat.

Secara matematis, persamaan percepatan dapat didefinisikan sebagai berikut.
Keterangan:
a = percepatan (m/s2)
vo = kecepatan mula-mula (m/s)
vt = kecepatan akhir (m/s)
t = waktu (s)

Persamaan di atas dapat dituliskan

Gerak Lurus Beraturan

Gerak Lurus Beraturan 

Gerak lurus beraturan (GLB) adalah gerak suatu benda pada lintasan yang lurus di mana pada setiap selang waktu yang sama, benda tersebut menempuh jarak yang sama (gerak suatu benda pada lintasan yang lurus dengan kelajuan tetap).
Misalnya, sebuah mobil bergerak lurus beraturan dengan kecepatan 15 m/s. Ini berarti dalam setiap sekon, mobil tersebut menempuh jarak yang sama, yaitu 15 m.
Tabel jarak terhadap waktu untuk mobil yang bergerak dengan kecepatan tetap 15 m/s.
Waktu (sekon) 0 1 2 3 4 5 6 7
Jarak (meter) 0 15 30 45 60 75 90 105
Grafik jarak terhadap waktu, untuk kecepatan 15 m/s

Pengertian Gerak Lurus

Pengertian Gerak Lurus 

Gerak lurus adalah suatu kondisi dimana suatu benda berpindah menjauhi posisi titik acuan dengan lintasan lurus. Titik acuan adalah suatu titik untuk memulai pengukuran perubahan kedudukan benda. Adapun lintasan adalah titik-titik yang dilalui oleh suatu benda ketika bergerak.
Suatu benda dikatakan bergerak terhadap benda lain jika mengalami perubahan kedudukan terhadap benda lain yang dijadikan titik acuan, sehingga benda yang diam pun sebetulnya dapat dikatakan bergerak, tergantung titik mana yang dijadikan acuan.
Besaran-besaran dalam gerak lurus
  1. Jarak dan Perpindahan
    Jarak adalah panjang lintasan yang ditempuh benda tanpa memperhatikan arah, sedangkan perpindahan adalah panjang lintasan yang ditempuh benda dengan memperhatikan arahnya.
  2. Kelajuan dan Kecepatan
    Kelajuan adalah perubahan jarak terhadap posisi awalnya dalam suatu selang waktu tertentu tanpa memerhatikan arahnya, sedangkan kecepatan adalah kelajuan dengan memerhatikan arahnya.
    Secara matematis, persamaan kelajuan dapat didefinisikan sebagai berikut:
    Keterangan:
    v = kelajuan (m/s)
    s = jarak (m)
    t = selang waktu (s)

Hukum Coloumb

Hukum Coloumb 

Hukum Coulomb berbunyi: besar gaya tolak-menolak atau gaya tarik-menarik antara dua benda bermuatan listrik, berbanding lurus dengan besar masing-masing muatan listrik dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda bermuatan.

Secara matematik Hukum Coulomb dirumuskan:




Dengan:
Fc = gaya tolak-menolak atau gaya tarik-menarik dalam satuan newton (N)
Q1 = besar muatan pertama dalam satuan coulomb (C)
Q2 = besar muatan kedua dalam satuan coulomb (C)
r = jarak antara dua benda bermuatan dalam satuan meter (m)
k = konstanta pembanding besarnya 9 × 109 Nm2/C2

Pengertian Listrik Statis

Pengertian Listrik Statis
Untuk memahami pengertian listrik statis, kita bahas terlebih dahulu tentang partikel penyusun suatu materi. Seperti kita ketahui, bahwa semua materi yang ada di dunia ini tersusun atas partikel yang dinamakan dengan atom. Atom tersusun atas partikel subatom yang terdiri atas elektron, proton dan neutron. Elektron merupakan partikel subatom yang berada pada lapisan terluar kulit atom, sementara proton dan neutron merupakan partikel subatom yang berada pada inti atom. Sehubungan dengan elektron berada pada lapisan terluar dari sebuah atom, maka elektron mempunyai potensi untuk meloncat atau berpindah dari materi satu ke materi lainnya yang saling berdekatan. Peristiwa berpindahnya elektron tersebut tentunya akan mempengaruhi jumlah elektron pada suatu materi, sehingga kondisi elektron dalam sebuah materi dapat memiliki kelebihan elektron maupun kekurangan elektron. Kondisi atom yang kekurangan sejumlah elektron sehingga terjadi ketidak-seimbangan jumlah proton dan elektron akan menghasilkan atom bermuatan positif, sementara atom yang kebelihan jumlah elektron akan menghasilkan atom bermuatan negatif. Untuk atom yang kondisinya netral atau tidak bermuatan, adalah atom yang jumlah antara elektron dan protonnya sama atau seimbang.

Besaran dan Pengukuran

Besaran dan Pengukuran 

Besaran adalah sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka. Sementara Pengukuran adalah proses membandingkan suatu besaran yang diukur dengan besaran sejenis yang ditentukan sebagai satuan. Dan Satuan sendiri adalah besaran pembanding yang digunakan dalam pengukuran.
Dalam besaran, dikenal istilah besaran pokok dan besaran turunan.
Besaran pokok adalah besaran yang dipakai untuk menentukan besaran yang lain. Terdapat tujuh besaran pokok seperti terlihat pada tabel di bawah ini:

Tabel Besaran Pokok dan Satuannya
Besaran
Satuan
Lambang Satuan
Panjang
meter
m
Massa
kilogram
kg
Waktu
sekon
s
Kuat arus listrik
ampere
A
Suhu
kelvin
K
Jumlah zat
mol
mol
Intensitas cahaya
kandela
cd
Sementara besaran turunan adalah besaran yang merupakan hasil kali atau bagi dari besaran pokok. Tabel di bawah adalah contoh dari besaran turunan.

Satuan Internasional

Satuan Internasional 

Satuan internasional lahir untuk mengatasi kesulitan yang ditimbulkan dari tidak samanya alat ukur pembanding yang digunakan untuk mengukur suatu benda dari berbagai penjuru dunia. Untuk itulah lahir sebuah gagasan untuk melakukan standarisasi pada besaran-besaran yang sering digunakan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.

Satuan standar harus memenuhi syarat sebagai berikut:
a. Satuan yang ditetapkan tidak akan mengalami perubahan oleh pengaruh apapun
b. Satuan yang ditetapkan harus berlaku di semua tempat dan setiap saat
c. Satuan yang dtetapkan harus mudah ditiru

Konversi Satuan Panjang

Konversi Satuan Panjang 

Dalam kehidupan sehari-hari, adakalanya kita harus merubah (konversi) satuan panjang, massa, maupun waktu. Misal kita mempunyai tongkat dengan panjang 1 m (meter), dan ingin dikonversikan ke dalam satuan cm (centimeter). Sebelum kita dapat mengkonversi satuan tersebut, terlebih dahulu kita harus mengetahui deret satuan panjang sebagai berikut:
Satuan Panjang

Pada contoh di atas, kita akan mencoba mengkonversikan satuan m (meter) ke dalam satuan cm (centimeter) dengan langkah:

Konversi Satuan Massa

Konversi Satuan Massa 

Sama halnya dengan konversi pada satuan panjang, agar kita dapat mengkonversi satuan massa, maka kita harus mengetahui terlebih dahulu deret satuan massa sebagai berikut:

Satuan Massa

Konversi Satuan Turunan

Konversi Satuan Turunan 

Konversi satuan turunan maksudnya adalah konversi satuan yang berasal dari besaran pokok. Sehubungan dengan satuan turunan berasal dari satuan besaran pokok, maka sebetulnya untuk dapat mengkonversi satuan turunan, ada baiknya anda menguasai terlebih dahulu konversi satuan panjang, dan konversi satuan massa. Contoh yang sering dikonversi adalah satuan turunan luas dan volume. Untuk satuan turunan luas, berasal dari hasil kali antara panjang x lebar hingga menghasilkan m2 , dan untuk satuan turunan volume berasal dari hasil kali antara panjang x lebar x tinggi, sehingga diperoleh m3.
Untuk lebih jelasnya, silahkan anda perhatikan tangga konversi di bawah ini:

Suhu dan Pengukurannya

Suhu dan Pengukurannya 

Dalam ilmu pengetahuan alam, suhu atau temperatur adalah suatu besaran untuk menyatakan tingkat panas dinginnya suatu keadaan. Untuk mengukur suhu tersebut digunakan termometer. Termometer sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu thermos dan meter. Thermos artinya panas dan meter adalah mengukur. Sehingga thermometer merupakan alat untuk mengukur suhu.

Dalam Sistem Internasional besaran suhu menggunakan skala Kelvin (oK), sementara di Indonesia besaran suhu yang sering digunakan adalah Celcius (oC).

Berdasarkan zat yang digunakan untuk mengukur suhu, termometer dibedakan menjadi termometer air raksa dan termometer alkohol.

a. Termometer Raksa

Skala pada Termometer

Skala pada Termometer 

Sampai saat ini, terdapat 4 jenis skala pada termometer yang sering digunakan, yaitu skala Celcius, Fahrenheit, Reahmur, dan Kelvin.
  1. Skala Celcius (oC)
    Skela Celcius ditetapkan oleh fisikawan Swedia, Andreas Celcius (1701-1744). Pada skala Celcius, titik beku air ditetapkan sebagai titik tetap bawah, yaitu sebesar 0oC dan titik didih air ditetapkan sebagai titik tetap atas, yaitu sebesar 100oC. Jarak antara kedua titik tetap ini dibagi menjadi 100 skala.
  2. Skala Fahrenheit (oF)
    Pada skala Fehrenheit, titik beku air ditetapkan sebesar 32oF dan titik didih ari ditetapkan sebesar 212oF. Jarak kedua titik tetap ini dibagi dalam 180 skala. Skala ini banyak digunakan di Inggris, Kanada, dan Amerika Serikat.
  3. Skala Reahmur (oR)
    Pada skala Reahmur, titik beku air ditetapkan sebesar 0oR dan titik didih air ditetapkan sebesar 80oR. Jarak antara kedua titik tetap ini dibagi kedalam 80 skala. Skala ini jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Skala Kelvin (K)
    Skala Kelvin ditetapkan oleh fisikawan Inggris, Lord Kelvin . Berbeda dengan tiga skala sebelumnya, pada skala Kelvin simbolnya hanya disingkat dengan K, tidak oK. Pada skala Kelvin, tidak ada skala negatif, karena titik beku air ditetapkan sebesar 273 K dan titik didih air ditetapkan sebesar 373 K. Hal ini berarti suhu 0 K sama dengan -273 oC. Suhu ini dikenal dengan suhu nol mutlak. Para ilmuwan yakin bahwa pada suhu nol mutlak, molekul-molekul diam atau tidak bergerak. Dengan alasan inilah skala Kelvin sering digunakan untuk keperluan ilmiah. Skala Kelvin merupakan satuan internasional untuk temperatur.

Hubungan skala Celcius dengan Fahreinheit

Hubungan skala Celcius dengan Fahreinheit 

Untuk mengetahui hubungan antara skala Celcius dan Fahreinheit, perhatikan perbandingan skala suhu di bawah ini:

Dari perbandingan skala di atas diketahui bahwa 0oC = 32oF dan 100oC = 212oF, serta 100 sekala Celcius = 180 skala Fahreinheit. Sehingga dapat dinyatakan persamaan sebagai berikut:
 
Sehingga diperoleh hubungan antara skala Celcius dan skala Fahreinheit sebagai berikut:

Keterangan :
t = suhu
C = Celcius
F = Fahreinheit

Persamaan 1 adalah untuk mengkonversi skala Fahreinheit ke skala Celcius, sedangkan persamaan 2 untuk mengkonversi skala Celcius ke skala Fahreinheit.

Hubungan Skala Celcius dengan Reamur

Hubungan Skala Celcius dengan Reamur 

Untuk mengetahui hubungan antara skala Celcius dan Fahreinheit, perhatikan perbandingan skala suhu di bawah ini:

Dari perbandingan skala di atas, dapat dinyatakan dengan persamaan:


Sehingga diperoleh hubungan antara skala Celcius dengan skala Reamur sebagai berikut :


Keterangan :
t = suhu
C = Celcius
R = Reamur

Persamaan 1 adalah untuk mengkonversi skala Reamur ke skala Celcius, sedangkan persamaan 2 untuk mengkonversi skala Celcius ke skala Reamur.

Hubungan Skala Celcius dengan Kelvin

Hubungan Skala Celcius dengan Kelvin 

Untuk mengetahui hubungan antara skala Celcius dan Fahreinheit, perhatikan perbandingan skala suhu di bawah ini:


Skala Celcius dan skala Kelvin sama-sama mempunyai 100 skala, sehingga diperoleh hubungan sebagai berikut:
Keterangan :
t = suhu
C = Celcius
K = Kelvin

Persamaan 1 adalah untuk mengkonversi skala Kelvin ke skala Celcius, sedangkan persamaan 2 untuk mengkonversi skala Celcius ke skala Kelvin.

Jenis-Jenis Termometer

Jenis-Jenis Termometer 

Termometer yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari banyak jenisnya, di antaranya termometer klinis, termometer ruangan, dan termometer maksimum-minimum. Setiap jenis termometer tersebut mempunyai fungsi yang berbeda-beda.


Termometer Klinis
 
Termometer klinis sering digunakan untuk mengukur suhu tubuh. Umumnya, termometer ini digunakan oleh para dokter untuk mengetahui suhu badan pasiennya. Termometer ini mempunyai skala dari 35 °C sampai dengan 42 °C. Hal ini dikarenakan suhu tubuh manusia tidak pernah kurang dari 35 °C atau tidak pernah lebih dari 42 °C. Bagian-bagian termometer ini terdiri atas tabung (terbuat dari kaca tipis), bagian sempit, batang kaca, dan air raksa.

Massa Jenis Zat

Massa Jenis Zat 

Massa jenis adalah pengukuran massa setiap satuan volume benda. Semakin tinggi massa jenis suatu benda, maka semakin besar pula massa setiap volumenya. Massa jenis rata-rata setiap benda merupakan total massa dibagi dengan total volumenya. Sebuah benda yang memiliki massa jenis lebih tinggi (misalnya besi) akan memiliki volume yang lebih rendah daripada benda bermassa sama yang memiliki massa jenis lebih rendah (misalnya air).
Satuan SI massa jenis adalah kilogram per meter kubik (kg·m-3)
Massa jenis berfungsi untuk menentukan zat. Setiap zat memiliki massa jenis yang berbeda. Dan satu zat berapapun massanya berapapun volumenya akan memiliki massa jenis yang sama.
Rumus untuk menentukan massa jenis adalah
\rho = \frac{m}{V}
dengan
ρ adalah massa jenis,
m adalah massa,
V adalah volume. 

Perubahan Wujud Zat

Perubahan Wujud Zat 

Ada berbagai istilah dari perubahan wujud zat, baik padat, cair, maupun gas. Istilah tersebut adalah:

  1. Mencair
    Mencair adalah peristiwa berubahnya wujud zat padat menjadi cair. Hal ini bisa kita amati pada peristiwa mencairnya es batu menjadi cair.
  2. Menguap
    Menguap adalah peristiwa berubahnya wujud zat cair menjadi gas. Hal ini bisa kita amati ketika kita memasak air. Jika air telah mencapai titik didihnya (100oC), maka ia akan menjadi uap.
  3. Mengembun
    Mengembun adalah peristiwa berubahnya wujud zat gas menjadi cair. Peristiwa mengembun ini dapat kita amati pada embun di pagi hari. Embun di pagi hari terjadi akibat udara dingin dan menempel pada zat padat.
  4. Menyublim
    Menyublim adalah peristiwa berubahnya zat padat menjadi gas. Peristiwa ini dapat kita amati pada kapur barus (kamper) yang didiamkan di udara terbuka. Pada kapur barus yang didiamkan di udara terbuka tersebut lama kelamaan akan menjadi tipis akibat berubah menjadi gas.
  5. Mengkristal
    Mengkristal adalah peristiwa berubahnya zat gas menjadi padat. Peristiwa ini dapat diamati pada kapur barus yang dipanaskan dalam suatu wadah tertutup. Pada tutup wadah tersebut jika dipanaskan akan menghasilkan kristal-kristal kapur barus sebagai akibat dari penguapan kapur barus yang menempel pada tutup wadah dan membeku setelah tutupnya didinginkan kembali.
  6. Membeku
    Membeku adalah peristiwa berubahnya wujud zat cair menjadi padat. Peristiwa membeku terjadi seperti air yang dimasukkan ke dalam lemari pendingin (freezer). Pada suhu tertentu, air tersebut akan membeku.

Kohesi dan Adhesi

Kohesi dan Adhesi 

Gaya tarik menarik antar partikel pada zat ada yang dinamakan dengan kohesi dan ada yang dinamakan dengan adhesi. Kohesi adalah gaya tarikmenarik antarpartikel yang sejenis, sedangkan gaya tarik-menarik antarpartikel yang tidak sejenis dinamakan adhesi. 
Kohesi yang lebih besar daripada adhesi biasanya menyebabkan permukaan zat cair pada tabung reaksi menjadi cembung (meniskus cembung). Hal ini dikarenakan gaya tarik menarik antarpartikel zat cair lebih kuat dibandingkan dengan gaya tarik menarik zat cair dengan tabung kaca. Contoh lain dari gaya kohesi lebih kuat daripada adhesi adalah air yang diletakkan di atas daun talas.
Adhesi yang lebih besar daripada kohesi biasanya menyebabkan permukaan zat cair pada tabung reaksi menjadi cekung (meniskus cekung). Hal ini dikarenakan gaya tarik menarik antarpartikel zat cair dengan partikel tabung kaca lebih besar daripada gaya tarik menarik partikel zat cair itu sendiri. Contohnya adalah air yang diletakkan di dalam tabung reaksi.

Sifat Zat Berdasarkan Wujudnya

Sifat Zat Berdasarkan Wujudnya

Berdasarkan wujudnya, zat yang ada di dunia ini dibedakan menjadi tiga, yaitu zat padat, zat cair, dan zat gas. Ketiga wujud zat tersebut dapat berubah oleh karena adanya kalor. Tahukan anda sifat-sifat dari ketiga zat dimaksud? 
Zat padat adalah zat yang mempunyai bentuk dan volume tetap. Zat padat tersusun atas partikel-partikel yang teratur dan mempunyai jarak antarpartikel yang sangat rapat. Gaya tarikmenarik antarpartikel zat padat sangat kuat. Hal ini menyebabkan partikel tidak dapat bergerak secara bebas untuk berpindah tempat. Keadaan ini menyebabkan zat padat dapat mempertahankan bentuk dan volumenya sehingga zat padat selalu mempunyai bentuk dan volume yang tetap. Contoh zat padat antara lain batu, meja, kapur tulis, papan tulis, dan pensil.

Asas Black

Asas Black

Peristiwa pelepasan kalor dari zat yang mempunyai suhu tinggi ke zat yang mempunyai suhu rendah sehingga mencapai suhu yang setimbang diteliti oleh ilmuwan Skotlandia bernama Joseph Black. Joseph meneliti pelepasan kalor pada air panas yang dicampur air dingin. Menurut Black, banyaknya kalor yang dilepaskan air panas sama dengan banyaknya kalor yang diterima air dingin. Pernyataan tersebut kemudian dikenal dengan Asas Black. Secara matematis, Asas Black dinyatakan :

Q lepas = Q terima

Kalor

Kalor

Kalor adalah salah satu bentuk energi yang berpindah dari benda yang bersuhu lebih tinggi ke benda yang bersuhu lebih rendah. Oleh karena kalor merupakan salah satu bentuk energi,maka satuan kalor adalah joule.  Pada kehidupan sehari-hari kalor sering juga dinyatakan dalam satuan kalori. Satu kalori didefinisikan sebagai banyaknya kalor yang diperlukan untuk memanaskan 1 gram air hingga suhunya naik 1 °C. Hubungan antara joule dan kalori dinyatakan sebagai berikut.
1 kalori = 4,2 joule atau 1 joule = 0,24 kalori

Kalor berperan dalam perubahan wujud zat.  Perubahan wujud zat yang memerlukan kalor adalah terjadinya kenaikan suhu. Sedangkan ciri dari perubahan wujud yang melepaskan kalor adalah terjadinya penurunan suhu.
Secara matematis, kalor ditulis dengan persamaan :

Pemanfaatan Pemuaian Zat

Pemanfaatan Pemuaian Zat

1. Pemanfaatan Bimetal
Bimetal adalah gabungan dua jenis keping logam yang memiliki koefisien muai panjang yang berbeda dan digabungkan dengan cara pengelasan atau pengelingan. Logam yang memiliki koefisien muai lebih besar akan lebih cepat memuai dibandingkan dengan logam yang koefisien muainya lebih kecil. Perbedaan pemuaian inilah yang dimanfaatkan dalam termostat. Termostat adalah alat pengatur suhu dengan bimetal sebagai komponen utamanya yang berfungsi sebagai saklar otomatis. Termostat banyak digunakan dalam alat-alat rumah tangga yang menggunakan listrik, misalnya setrika otomatis dan oven.
2. Pengelingan
Pengelingan adalah proses penyambungan dua batang besi dengan menggunakan paku keling. Sebelum dikeling, dua buah lubang batang besi yang akan disambungkan dipanaskan terlebih dahulu sehingga lubangnya menjadi lebih besar dan paku keling dapat masuk ke dalam lubang tersebut. Setelah itu, pemanasan dihentikan, kemudian paku keling ditempa dengan menggunakan palu khusus sampai kedua lembaran batang besi yang disambungkan merapat. Setelah suhu batang berkurang, paku keling akan menyusut sehingga menjepit kedua batang besi dan menempel dengan kuat.

Pemuaian

Pemuaian

Pemuaian adalah perubahan suatu benda yang bisa menjadi bertambah panjang, lebar, luas, atau berubah volumenya karena terkena panas (kalor). Pemuaian tiap-tiap benda akan berbeda, tergantung pada suhu di sekitar dan koefisien muai atau daya muai dari benda tersebut. Perubahan panjang akibat panas ini, sebagai contoh, akan mengikuti:
\frac{}{} L_{t} = L_{0} + L_{0}\alpha \Delta t
di mana
\frac{}{}L_{t} adalah panjang pada suhu t,
\frac{}{}L_{0} adalah panjang pada suhu awal,
\frac{}{}\alpha adalah koefisien muai panjang, dan
\frac{}{} \Delta t adalah besarnya perubahan suhu.
Suatu benda akan mengalami muai panjang apabila benda itu hanya memiliki (dominan dengan) ukuran panjangnya saja. Muai luas terjadi pada benda apabila benda itu memiliki ukuran panjang & lebar, sedangkan muai volum terjadi apabila benda itu memiliki ukuran panjang, lebar, & tinggi.
\frac{}{} A_{t} = A_{0} + A_{0}\beta \Delta t

Perpindahan Kalor

Perpindahan Kalor 

Kalor berpindah dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu lebih rendah melalui tiga cara, yaitu:
  1. Perpindahan kalor secara konduksi
    Perpindahan kalor secara konduksi adalah perpindahan kalor pada suatu zat tanpa disertai dengan
    perpindahan molekul-molekul zat yang menjadi perantaranya.
    Contohnya adalah peristiwa memanasnya ujung besi akibat ujung satunya dipanaskan dengan api. Dalam peristiwa tersebut, molekul-molekul besi tidak mengalami perpindahan, melainkan hanya menghantarkan kalornya saja.
  2. Perpindahan kalor secara konveksi
    Perpindahan kalor secara konveksi adalah perpindahan kalor yang disertai dengan perpindahan molekul zat yang menghantarkannya.
    Contohnya adalah peristiwa alam, seperti terjadinya angin laut dan angin darat. Pada siang hari, panas matahari menyebabkan daratan lebih cepat panas daripada lautan. Hal ini menyebabkan udara di atas daratan menjadi lebih panas daripada udara di atas laut. Oleh karena itu, udara di atas daratan naik dan tempatnya digantikan oleh udara di atas laut sehingga terjadilah aliran udara dari lautan menuju daratan yang dinamakan angin laut.
    Pada malam hari, daratan lebih cepat dingin daripada lautan. Hal ini menyebabkan udara di atas daratan lebih dingin daripada udara di atas lautan. Oleh karena itu, udara di atas laut naik dan tempatnya digantikan oleh udara di atas darat sehingga terjadilah aliran udara dari daratan menuju lautan yang dinamakan angin darat.
  3. Perpindahan kalor secara radiasi
    Perpindahan kalor secara radiasi adalah perpindahan kalor yang tidak memerlukan perantara apapun.
    Contoh dalam hal ini adalah merambatnya panas matahari yang diterima oleh bumi.

Skala Keasaman dan Kebasaan

Skala Keasaman dan Kebasaan 

Untuk mengetahui tingkat keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat diketahui dari nilai pH (power of hydrogen). Tingkat pH berkisar antara 0 sampai 14. Nilai 7 menunjukkan suatu zat bersifat netral (tidak asam dan tidak basa). Suatu senyawa dikatakan bersifat asam jika mempunyai nilai pH yang lebih kecil daripada 7. Senyawa basa mempunyai nilai pH yang lebih besar daripada 7. Perhatikan skala pH dan warna standar yang ditunjukkan oleh indikator pada Gambar 2.6. Jika ujung kertas indikator kamu masukkan ke dalam suatu larutan, tiga jenis indikator asam-basa pada kertas itu akan berubah warna. Untuk mengetahui pH-nya, bandingkan ketiga warna pada kertas dengan warna standar pada wadah.

Identifikasi Asam, Basa, Garam

Identifikasi Asam, Basa, Garam 

Untuk mengidentifikasi asam, basa atau garam dapat digunakan indikator (indikator alami dan indikator buatan).
  1. Indikator alami
    Indikator alami adalah indikator yang terdapat bebas pada alam yang dapat digunakan untuk menentukan sifat asam, basa, dan garam suatu zat antara lain kulit manggis, bunga sepatu, dan kubis ungu. Untuk menjadikan indikator alami, maka kulit manggis, bunga sepatu, dan kubis ungu terlebih dahulu dibuat ekstrak dengan cara menghaluskannya dan menambahkan air.
    Ekstrak kulit manggis pada keadaan netral berwarna ungu. Jika ekstrak kulit manggis ditetesi larutan asam, maka warna ungu akan berubah menjadi cokelat kemerahan. Dan jika ditetesi larutan basa akan berubah menjadi biru kehitaman.
  2. Indikator buatan
    Indikator buatan untuk mengidentifikasi asam, basa, dan garam antara lain kertas lakmus, kertas indikator, bahan indikator, dan pH meter.
    Dalam penggunaan kertas lakmus, jika kertas lakmus biru dicelupkan ke larutan asam, maka akan berubah menjadi merah. Sedangkan jika kaertas lakmus merah dicelupkan ke larutan basa, maka akan berubah menjadi biru.
    Selain kertas lakmus, dapat juga menggunakan indikator buatan yang lainnya seperti ditunjukkan pada tabel di bawah ini:

Senyawa Garam

Senyawa Garam 

Garam terbentuk ketika suatu asam dan basa bereaksi dan saling menetralkan satu sama lain sehingga hasilnya tidak mempunyai sifat-sifat asam dan basa. Ion hidrogen (H+) dari asam dan ion hidroksida (OH-) dari basa dalam reaksinya satu sama lain akan membentuk air. Perhatikan bentuk persamaannya berikut ini:

H+ + OH - --> H2O

Sifat-sifat larutan garam adalah:
  1. Menghantarkan arus listrik
  2. Tidak mengubah warna kertas lakmus merah maupun biru
Contoh garam yang sering kita temukan adalah NaCl atau garam dapur. Natrium Klorida (NaCl) terjadi karena reaksi antara natrium hidroksida (NaOH) dengan asam klorida (HCl) dengan reaksi sebagai berikut:

NaOH + HCl --> NaCl + H2O

Senyawa Basa

Senyawa Basa 

Basa adalah zat yang melepaskan ion hidroksida (OH-). Basa dibagi atas basa kuat dan basa lemah. Kekuatan basa tergantung pada kemampuan melepaskan ion OH- dalam larutan dan konsentrasi larutan basa tersebut. Basa kuat bersifat korosif. Contoh basa kuat adalah natrium hidroksida (NaOH) dan kalium hidroksida (KOH), sedangkan contoh basa lemah adalah amoniak (NH3).
Contoh reaksi kimia basa : NaOH --> Na+ + OH-
Sifat-sifat larutan basa sebagai berikut:
  1. Terasa licin jika terkena kulit
  2. Menghantarkan arus listrik
  3. Jika dilarutkan dalam air akan melepaskan ion hidroksida (OH-)
  4. Mengubah lakmus merah menjadi biru
  5. Menetralkan larutan asam 
Beberapa jenis basa dan rumus kimianya

No Nama Basa Rumus Kimia
1 Natrium hidroksida NaOH
2 Amoniak NH3
3 Kalium oksida K2O
4 Aluminium hidroksida Al(OH)3

Senyawa Asam

Senyawa Asam 

Asam adalah zat apa saja yang molekulnya mempunyai satu atom hidrogen yang mampu memisahkan diri menjadi ion hidrogen (H+), atau dengan kata lain bahwa semua asam adalah sumber ion hidrogen (H+) atau proton.
Contoh reaksi kimia asam adalah : HCL  -->  H+ + Cl-
Sifat-sifat larutan asam:
  1. Rasanya masam
  2. Menghantarkan arus listrik
  3. Jika dilarutkan akan melepaskan ion hidrogen (H+)
  4. Mengubah lakmus biru menjadi merah
  5. Bersifat korosif terhadap logam
Asam dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu asam organik dan asam anorganik. Asam organik merupakan senyawa asam karbon yang dihasilkan tumbuhan dan hewan. Sedangkan asam anorganik merupakan asam yang dibuat dari mineral-mineral dan nonlogam. Asam aonrganik dalam keadaan pekat biasanya korosif, dapat melukai kulit, dan dapat melarutkan logam dengan cepat, bahkan kaca, misalnya asam flourida (HF) yang dapat melarutkan kaca.

Tahapan Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia

Tahapan Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia


Tahapan Perkembangan Sebelum Kelahiran

Perkembangan pada manusia diawali melalui proses pembuahan. Proses pembuahan yaitu pertemuan antara sel telur yang berasal dari wanita dengan sel sperma yang berasal dari pria. Inti sel sperma akan bergabung dengan inti sel telur dan terbentuk sebuah sel baru yang disebut zigot. Zigot ini akan senantiasa membelah diri menjadi 2 sel, 4 sel, 8 sel, 16 sel, 32 sel, dan seterusnya. Zigot yang telah membelah menjadi banyak sel tadi akan berkembang menjadi embrio, kemudian menjadi janin dalam rahim ibu. Lamanya waktu janin tumbuh dan berkambang di dalam rahim ibu, dari mulai proses pembuahan hingga kelahiran adalah kurang lebih 9 bulan.

Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan

Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan

Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan dapat dibagi menjadi dua fase, yaitu fase embrionik dan fase pasca embrionik. Fase embrionik adalah pertumbuhan dan perkembangan yang dimulai dari zigot sampai terbentuknya embrio sebelum lahir atau menetas. Sedangkan fase pasca embrionik merupakan pertumbuhan dan perkembangan yang dimulai sejak lahir atau menetas hingga hewan itu dewasa.
1. Fase Embrionik
Setelah zigot terbentuk dari pertemuan antara sperma dan ovum pada proses fertilisasi, kemudian zigot mengalami pertumbuhan dan perkembangan melalui tahap pembelahan zigot, morula, blastula, gastrula, dan organogenesis.

Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan

Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan 

Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder.
1. Pertumbuhan Primer
Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan yang terjadi akibat aktivitas jaringan meristem primer atau disebut juga meristem apikal. Titik tumbuh primer terbentuk sejak tumbuhan masih berupa embrio. Jaringan meristem ini terdapat di ujung batang dan ujung akar. Akibat pertumbuhan ini, akar dan batang tumbuhan bertambah panjang.
Daerah pertumbuhan dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu daerah pembelahan, daerah perpanjangan, dan daerah diferensiasi.

Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan

Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan 

Pertumbuhan dan Perkembangan adalah dua proses yang berjalan bersamaan dan tak dapat dipisahkan satu sama lain. Pertumbuhan adalah proses pertambahan ukuran yang tidak dapat kembali ke asal (irreversibel), yang meliputi pertambahan volume dan pertambahan massa. Sedangkan perkembangan adalah proses menuju tercapainya kedewasaan. Pada tingkat seluler, perkembangan dapat berupa diferensiasi sel-sel yang baru membelah membentuk jaringan yang menyusun organ tertentu. Pada tumbuhan perkembangan ditandai dengan munculnya bunga atau buah. Sedang pada manusia dan hewan ditandai dengan kematangan organ reproduksi sehingga siap untuk menghasilkan keturunan. Perkembangan juga menyebabkan perkembangan psikis dari usia bayi, anak-anak, dan menjadi dewasa.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu faktor yang berasal dari dalam dan dari luar tubuh.
1. Faktor Dalam (Internal)
Yang termasuk ke dalam faktor ini adalah Gen dan Hormon.  Gen adalah substansi/materi pembawa sifat keturunan dari induk. Gen mempengaruhi ciri dan sifat dari makhluk hidup, misalnya bentuk tubuh, tinggi tubuh, warna kulit, warna bunga, warna bulu, dan sebaginya. Gen juga menentukan kemampuan metabolisme makhluk hidup, sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. Sementara Hormon merupakan zat yang berfungsi untuk mengendalikan berbagai fungsi di dalam tubuh. Hormon yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup sangat beragam jenisnya.

Metamorfosis dan Metagenesis

Metamorfosis dan Metagenesis

Beberapa jenis hewan mengalami metamorfosis dan metagenesis dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Untuk metagenesis, selain pada hewan juga terjadi pada tumbuhan.

1. Metamorfosis

Metamorfosis adalah peristiwa perubahan bentuk  tubuh secara bertahap yang dimulai dari larva sampai dewasa. Metamorfosis terjadi pada serangga dan amfibi. Berdasarkan prosesnya, metamorfosis pada serangga dapat dibedakan menjadi dua yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna. Berikut dapat dilihat proses metamorfosis pada amfibi dan serangga.
Metamorfosis pada katak (amfibi)
telur --> kecebong --> kecebong berkaki --> katak berekor --> katak dewasa
Metamorfosis Sempurna pada serangga

Membandingkan Sifat Unsur, Senyawa, dan Campuran

Membandingkan Sifat Unsur, Senyawa, dan Campuran

Untuk dapat membandingkan sifat unsur, senyara dan campuran, ada baiknya menyimak kembali definisi dari unsur, senyawa dan campuran.
Unsur adalah zat kimia yang tidak dapat dibagi lagi menjadi zat yang lebih kecil, atau tidak dapat diubah menjadi zat kimia lain dengan menggunakan metode kimia biasa. Partikel terkecil dari unsur adalah atom. Sebuah atom terdiri atas inti atom (nukleus) dan dikelilingi oleh elektron. Inti atom terdiri atas sejumlah proton dan neutron. Hingga saat ini diketahui terdapat kurang lebih 117 unsur di dunia.
Senyawa kimia adalah zat tunggal yang terbentuk dari beberapa unsur dengan melalui reaksi kimia dan senyawa tersebut juga dapat diuraikan lagi menjadi unsur-unsur pembentuknya dengan reaksi kimia tersebut. Contohnya, dihidrogen monoksida (air, H2O) adalah sebuah senyawa yang terdiri dari dua atom hidrogen untuk setiap atom oksigen.
Umumnya, rasio tetap ini harus tetap karena sifat fisikanya, bukan rasio yang dipilih manusia. Oleh karena itu, material seperti kuningan, superkonduktor YBCO, semikonduktor "aluminium galium arsenida", atau coklat dianggap sebagai campuran atau aloy, bukan senyawa.

Nama dan Rumus Kimia

Nama dan Rumus Kimia

Sama halnya dengan unsur kimia, senyawa kimia diberi nama dan lambang agar memudahkan untuk dipelajari. Sebagai contoh, amoniak adalah nama senyawa, sementara rumus senyawa amoniak adalah NH3. Artinya adalah bahwa amoniak tersusun 1 satu atom nitrogen (N) dan 3 atom hidrogen (H), sehingga ditulis dengan NH3. Contoh lain adalah molekul air yang tersusun atas 2 atom hidrogen (H) dan 1 atom oksigen (O), sehingga rumus kimia air adalah H2O.
Dalam kimia, semua senyawa ditulis menggunakan lambang yang menunjukkan jenis unsur penyusunnya berikut komposisinya. Nah, lambang dari suatu senyawa dinamakan dengan rumus kimia.
Beberapa materi yang terdapat pada alam berbentuk molekul. Misalnya gas oksigen (O2), gas nitrogen (N2), uap fosfor (P4), dan uap belerang (S8). 

Tabel Periodik Unsur

Tabel Periodik Unsur

Tabel periodik unsur dapat diperhatikan di bawah ini:

Penulisan Lambang Unsur

Penulisan Lambang Unsur

Setiap unsur memiliki lambang masing-masing berdasarkan nama ilmiah yang diambil dari nama latinnya. Penulisan lambang unsur mengalami berbagai perubahan dari masa ke masa, di antaranya lambang unsur pada zaman alkimia, masa John Dalton, dan masa Jakob Berzelius. Perubahan penulisan lambang unsur ini dapat diamati di bawah ini:
Perubahan lambang unsur dari masa ke masa
Penulisan lambang kimia yang dipakai sampai saat ini adalah berdasarkan usulan Jons Jakob Berzelius. Menurut Berzelius, penulisan setiap unsur dilambangkan dengan satu huruf, yaitu huruf awal dari nama latin unsur tersebut yang dituliskan dengan huruf besar. Jika ada unsur yang mempunyai huruf awal yang sama, penulisan lambang unsur dibedakan dengan menambahkan satu huruf lain dari nama unsur tersebut yang dituliskan dengan huruf kecil.

Pengertian Unsur

Pengertian Unsur

Untuk memahami pengertian tentang unsur, cobalah anda perhatikan benda-benda yang ada di sekitar. Benda-benda yang ada di dunia ini baik padat, gas maupun cair merupakan materi, karena mempunyai massa dan menempati ruang. Untuk dapat mengenali materi di sekitar tidaklah sulit, anda dapat menggunakan panca indra yang anda miliki, seperti menggunakan tangan untuk meraba materi berbentuk padat maupun cair, dan menggunakan indra penciuman untuk mengenali materi berupa gas. 
Materi dapat pula dikatakan zat, karena keduanya sama-sama mempunyai massa dan menempati ruang. Namun, pernahkah anda membayangkan apa yang membentuk materi-materi di sekitar anda? karena jika anda perhatikan, materi yang kelihatannya tersusun atas zat yang sama dan seragam, ternyata ada pula materi yang tersusun atas berbagai macam zat yang tidak seragam. Materi yang tersusun atas berbagai zat yang tidak seragam biasa disebut sebagai senyawa ataupun campuran. Sementara materi yang tersusun atas zat tunggal yang seragam, itulah yang dinamakan dengan unsur. Contoh, air adalah merupakan materi berupa senyawa yang terdiri atas dua atom hidrogen dan satu oksigen, sehingga membentuk rumus kimia air H2O. Karena air merupakan senyawa yang masih bisa diurai yaitu hidrogen dan oksigen, maka air bukanlah unsur. Lalu, apa sebenarnya itu unsur? 

Unsur Logam, Non Logam, Semi Logam

Unsur Logam, Non Logam, Semi Logam

Unsur-unsur yang sudah dikenal ada yang berupa logam, bukan logam (nonlogam), dan semilogam. 
1. Unsur Logam
Logam adalah unsur yang memiliki sifat mengkilap dan umumnya merupakan penghantar listrik dan penghantar panas yang baik. Unsur-unsur logam umumnya berwujud padat pada suhu dan tekanan normal, kecuali raksa yang berwujud cair. Pada umumnya unsur logam dapat ditempa sehingga dapat dibentuk menjadi bendabenda lainnya.

Sifat Fisika Suatu Zat

Sifat Fisika Suatu Zat
Sifat fisika merupakan sifat materi yang dapat dilihat secara langsung dengan indra. Sifat fisika antara lain wujud zat, warna, bau, titik leleh, titik didih, massa jenis, kekerasan, kelarutan, kekeruhan, dan kekentalan.
a. Wujud Zat
Berdasarkan wujudnya, zat dibedakan atas zat padat, cair, dan gas

b. Kekeruhan
Kekeruhan terjadi pada zat cair. Kekeruhan cairan disebabkan adanya partikel suspensi yang halus. Jika sinar cahaya dilewatkan pada sampel keruh maka intensitasnya akan berkurang karena dihamburkan. Hal ini bergantung konsentrasinya. Alat untuk mengetahui intensitas cahaya pada zat cair yang keruh ini atau untuk mengetahui tingkat kekeruhan disebut turbidimetry.

Metode Pemisahan Campuran

Metode Pemisahan Campuran


Metode yang umum dipergunakan untuk memisahkan campuran antara lain filtrasi, dekantasi, sentrifugasi, evaporasi, distilasi, corong pisah, kromatografi, sublimasi, ekstraksi, dan daya tarik magnet.

  1. Penyaringan (filtrasi)
    Filtrasi atau penyaringan adalah teknik penyaringan yang dapat digunakan untuk  memisahkan campuran yang ukuran partikel zat-zat  penyusunnya berbeda. Misalnya, pada pembuatan santan kelapa. Santan kelapa dibuat dengan cara memisahkan campuran santan, air, dan ampas kelapa dengan menggunakan saringan. Dengan menggunakan saringan yang berpori-pori kecil, santan kelapa dapat melewati lubang saringan dan ampas kelapa tertahan dalam saringan.
  2. Sentrifugasi
    Suspensi yang partikel-partikelnya sangat halus tidak bisa dipisahkan dengan cara filtrasi. Partikel-partikelnya dapat melewati saringan atau bahkan menutupi lubang pori-pori saringan sehingga cairan tidak dapat lewat. Suspensi yang sulit dipisahkan ini dapat dipisahkan dengan pesawat sentrifugal. Tabung sebagai wadah suspensi dikunci pada gagang atau rotor untuk mengitari sebuah alat atau mesin pemutar. Batang vertikal di tengahnya diputar dengan motor listrik. Batang itu berputar dengan sangat cepat. Tabung akan mengayun dengan cepat tetapi mulut tabung tetap menghadap ke tengah.
    Sentrifugasi yang terkecil dapat memutar dengan kecepatan 2.000 putaran/menit (rpm). Sentrifugasi dapat digunakan untuk memisahkan susu menjadi susu krim dan susu skim. Sentrifugasi juga dapat digunakan untuk memisahkan komponenkomponendarah.

Perubahan Materi


Perubahan Materi
Pada bahasan kali ini dibahas tentang perubahan materi, baik secara fisika maupun secara kimia. Bahasan ini tidak terlepas dari sifat fisika suatu zat dan sifat kimia suatu zat. Perubahan dapat diketahui dari perbedaan keadaan awal dan keadaan akhir materi setelah mengalami perubahan. Keadaan yang dimaksud meliputi sifat-sifat maupun strukturnya.
  1. Perubahan Fisika
    Perubahan fisika adalah perubahan materi yang tidak diikuti dengan pembentukan materi baru. Contohnya adalah peristiwa es mencair ataupun membeku. Pada peristiwa tersebut, meskipun terjadi proses mencair ataupun membeku, namun sifat airnya (H2O) tidak berubah. Perubahan fisika bersifat reversibel (dapat kembali ke wujud semula)

Sifat Kimia Suatu Zat

Sifat Kimia Suatu Zat 

Sifat kimia merupakan sifat yang dihasilkan dari perubahan kimia, antara lain mudah terbakar, mudah busuk, dan korosif. Sifat-sifat ini karakteristik.

a. Mudah terbakar
Peristiwa mudah terbakar salah satu contohnya adalah ketika kita membakar kembang api. Pada peristiwa tersebut kembang api dengan segera akan terjadi nyala warna-warni yang indah. Pada peristiwa ini terjadi perubahan kimia. Pada mulanya kembang api dibuat dari campuran antara kalium nitrat (KNO3), belerang dan arang kayu. Namun sekarang kembang api telah dibuat dengan warna-warni, yaitu dari strontium dan litium (warna merah), natrium (warna kuning), barium (warna hijau), dan tembaga (warna biru). Contoh lain yang mudah terbakar adalah fosfor. Fosfor dapat terbakar bila kena udara, membentuk senyawa fosfor oksida. Oleh karena itu fosfor disimpan di dalam air. Fosfor dimanfaatkan untuk membuat korek api.

Reaksi Kimia

REAKSI KIMIA

Reaksi kimia adalah peristiwa perubahan kimia dari zat-zat yang bereaksi (reaktan) menjadi zat-zat hasil reaksi (produk). Pada reaksi kimia selalu dihasilkan zat-zat yang baru dengan sifat-sifat yang baru. Reaksi kimia dituliskan dengan menggunakan lambang unsur.
Contoh di bawah adalah reaksi antara merkuri dengan oksigen:
HgO Hg + O2

Biologi dan Cabang - Cabang Biologi

DEFINISI BIOLOGI

Biologi berasal dari kata bios (βiος) dan logos (λόγος) yang merupakan bahasa Yunani, masing-masing artinya hidup dan ilmu. Jadi artinya ilmu alam yang mempelajari tentang organisme hidup dan interaksinya dengan lingkungan. Sebenarnya aspek yg dipelajari di biologi adalah semua yg berhubungan dengan makhluk hidup itu sendiri. Selain struktur, fungsi, tumbuh-kembang, dan adaptasi terhadap lingkungan tempat hidup, ada juga penggolongan makhluk hidup, habitatnya, peran pada lingkungan, asal-usul dan evolusinya. Biologi sangat luas karena semua makhluk hidup dipelajari, dari yang sekecil bakteri hingga yang sebesar paus putih. Karena begitu luasnya cakupan Biologi, maka dibuatlah cabang-cabang ilmu biologi.

Macam-Macam Bencana Alam



Macam-Macam Bencana Alam
  1. Banjir
Banjir merugikan banyak pihak berdasarkan sumber air yang menjadi penampung di bumi, jenis banjir dibedakan menjadi tiga, yaitu banjir sungaibanjir danau, dan banjir laut pasang.

a.       Banjir Sungai
Terjadi karena air sungai meluap.
b.      Banjir Danau
Terjadi karena air danau meluap atau bendungannya jebol.
c.       Banjir Laut pasang
Terjadi antara lain akibat adanya badai dan gempa bumi.

1.      Penyebab Terjadinya Banjir
Secara umum, penyebab terjadinya banjir adalah sebagai berikut :
a.       Penebangan hutan secara liar tanpa disertai reboisasi,
b.      Pendangkalan sungai,
c.       Pembuangan sampah yang sembarangan, baik ke aliran sungai mapupun gotong royong,
d.      Pembuatan saluran air yang tidak memenuhi syarat,
e.       Pembuatan tanggul yang kurang baik,
f.       Air laut, sungai, atau danau yang meluap dan menggenangi daratan.


image

Pengaturan Untuk Bios

AHCI, dan XP dengan SATA Mode IDE/COMPABILITY) sebenarnya soal dumping Memori/Driver tidak ada hubungan dengan Mode hardisk.xiixiixixixi.

image

Tiket Ke Neraka

Dapatkan 3 unit mobil jenazah! Dan tiket emas liburan ke neraka. Ayo!! buruan kirimkan nyawa anda !! Makin banyak Dosa…. Makin besar kesempatan untuk disiksa !!.